BENIHPERTIWI.CO.ID – Budidaya melon umumnya dilakukan menggunakan lanjaran yang berfungsi untuk menopang pertumbuhan melon sehingga bisa tumbuh menjalar keatas secara vertical. Dengan menggunakan lanjaran dapat menghemat luas lahan dan untuk memudahkan perawatan.

Namun secara alami, melon merupakan tanaman menjalar diatas tanah yang bisa hidup normal meski tanpa lanjaran. Memang jelas ada beberapa keuntungan menggunakan lanjaran seperti yang disebutkan diatas, namun kekurangannya adalah membutuhkan biaya yang relative besar. Karena dengan menggunakan lanjaran akan membutuhkan biaya pembelian lanjaran itu sendiri, biaya pemasangan lanjaran, hingga biaya pengikatan tanaman agar bisa merambat secara vertical.

Seperti sifat alami melon, selain menggunakan lanjaran, budidaya melon juga bisa menggunakan system tanpa lanjaran. Seperti yang diterapkan oleh Ayu Nurjanah, petani milenial dari Asam Kumbang, Medan yang berhasil dalam hal budidaya melon Periwi Anvi. Ayu lebih memilih menggunakan penanaman sistem tanpa lanjaran atau ditelasah atau diserak (seperti istilah di Medan).

“Nanamnya sistem diserak, ngga pake lanjaran, tapi hasilnya juga luar biasa.” Jelas Ayu.

Menurut Ayu, kekurangan penanaman sistem diserak lebih banyak memakan tempat. Karena pertumbuhan merambat ke samping yang tentu membutuhkan jarak tanam lebih lebar. Sedangkan untuk jarak tanam yang biasa digunakan Ayu adalah 60 x 60 cm. Dengan jarak tanam tersebut per rante (sekitar 400m2) bisa berisi 400 tanaman. Dalam satu hektar Ayu bisa menghasil 25 ton melon, meski dalam kondisi musim kemarau.

Namun demikian, baginya untuk kebutuhan lahan yang lebih luas tersebut tidak menjadi masalah, karena hasilnya juga sama sama memuaskan seperti dengan menggunakan lanjaran dan tentu akan lebih menghemat biaya.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.