[tabs] [tabs_item title="Persiapan Lahan"]

Pengolahan tanah

1. Genangi lahan semalam 2. Bajak tanah kedalaman 25-30 cm biarkan 5-7 hari 3. Buat bedengan tinggi 25-40cm, lebar bedengan 50-100 cm dan lebar parit menjalar ± 200-300 cm. Tinggi bedengan disesuaikan dengan kondisi tanah dan musimnya.

Pemasangan Mulsa

1.Pasang mulsa hitam perak saat matahari terik agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang. 2.Biarkan mulsa tertutup 3-5 hari sebelum dibuat lubang, tujuannya adalah agar pupuk dasar yang diberikan tidak menguap [caption id="attachment_11064" align="aligncenter" width="300"] Model bedengan kupu tarung[/caption] [caption id="attachment_11066" align="aligncenter" width="300"] Model bedeng kupu tarung[/caption] [/tabs_item] [tabs_item title="Persemaian"]

kecambah semangka Perkecambahan

1. Pemecahan kulit dengan pemotong kuku dilakukan pada semangka non biji 2. Rendam benih dalam larutan ZPT+Fungisida 3. Tiriskan 4. Tata rapi pada kertas merang dan dilipat/digulung 5. Perkecambahan semangka berbiji dan tanpa biji = 1-2 hari, pada suhu sekitar 30°C   semai  

Media Semai

1. Komposisinya tanah:pasir: pupuk kandang (1:1:1) 2. Aduk rata media, tiap 1 m3 dicampur 250 g NPK 15:15:15 3. Media masukkan dalam polibag ukuran 5 x 7 cm  

Perawatan Bibit

1. Setelah benih berkecambah lakukan penyiraman secara rutin setiap hari 2. Jika ditemukan gejala penyakit rebah bibit (dumping off) yang ditandai dengan busuk kecoklatan di bagian pangkal 3. Batang dan rebah bibit, segera semprotkan fungisida berbahan aktif benomil.  

Pemilihan Bibit

1. Dipilih bibit dengan vigor yang kokoh. 2. Pemberian fungisida dan bakterisida, dilarutkan dan dikocorkan pada bibit yang akan ditanam 3. Bibit yang siap tanam sudah memiliki daun sejati dua helai (8-10hss). [/tabs_item] [tabs_item title="Pemupukan"]dosis pupuk semangka[/tabs_item] [tabs_item title="Penanaman"] 1. Buat lubang tanam dengan pelubang plastik pada mulsa dengan jarak tanam 50x 200 cm. 2. Lubang diberikan nematisida dan fungisida terlebih dahulu. Bibit semangka dipindah tanam apabila sudah muncul 3. Pemindahan tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari. Bibit semangka ditanam sejajar tanah/mulsa. Dikocor fungisida.[/tabs_item] [tabs_item title="Perawatan"] 1. Penyulaman : Penyulaman dilakukan 10 hari setelah tanam (dilakukan bila bibit yang ditanam menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal). Sebaiknya penyulaman dilakukan pada sore hari. 2. Penyiangan : Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma pada lubang tanam dan parit antara dua bedengan. Pemakaian cangkul untuk menyiang dianjurkan tidak terlalu dalam agar akar tidak rusak dan putus. 3. Pengendalian Hama Penyakit : Dilakukan dalam rangka pencegahan maupun pada saat terserang hama atau penyakit. Lakukan penyemprotan pestisida sesuai hama atau penyakit yang menyerang sesuai dosis anjuran pada label pestisida. Apabila terserang penyakit yang disebabkan virus, segera cabut dan dibuang agar tidak menular pada tanaman sekitar. 4. Pengairan : 1. Tiga hari setelah tanam lakukan pengontrolan, jika terjadi kekeringan maka tanaman yang baru dipindah ke lahan harus segera diairi. 2. Musim kemarau pengairan dilakukan dua hari sekali sampai menjelang berbunga, atau sekitar 21 HST 3. Menjelang pembungaan atau sebelum bunga mekar perlu dilakukan penggenangan lahan setiap hari agar bunga tidak gugur. 4. Setelah memasuki proses pembungaan sebaiknya lahan tidak diairi agar pembentukan buah tidak terganggu dan buahnya tidak mudah pecah 5. Pada saat buah sebesar telur ayam perlu dilakukan pengairan, hal ini bertujuan untuk menjaga kelambaban lahan agar tetap stabil dan ukuran buah bisa optimal. 6. Setelah dilakukan seleksi buah, kelembaban lahan perlu dijaga sampai sekitar 23 hari dari bunga mekar. Fase ini merupakan fase pembentukan buah, apabila kekurangan air kulit buah akan mengeras, kemudian setelah diairi kembali buah akan banyak yang pecah dan membusuk. 7. Setelah 24 hari semenjak pembungaan, pengairan sedikit demi sedikit harus dikurangi. Hingga 10 hari menjelang panen pengairan dihentikan agar lahan kering dengan maksud untuk memperoleh kadar gula yang tinggi dalam buah semangka, serta memudahkan panen. 5. Pewiwilan atau pemangkasan : top semangka 1. Dilakukan saat tanaman umur 10-15 hst 2. Potong ujung/toping batang utama pada ruas ke 5/6 3. Pelihara 2 cabang samping (untuk selanjutnya menjadi cabang utama) 4. Buah dibesarkan pada ruas 10-15 (bulat) dan 13-21 (oblong) di kedua cabang samping tersebut   6. Penyerbukan Tujuan : Agar buah dapat terbentuk hal ini dikarenakan bunga jantan pada semangka tanpa biji steril. semangka kawin

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1. Dilakukan pada umur sekitar 30 hst dan pada pagi hari antara jam 06.00 – 10.00 2. Bentuk bunga betina sempurna dan tidak cacat 3. Cara penyerbukan dengan mengumpulkan bunga jantan dari semangka berbiji dan mengawinkan bunga jantan semangka berbiji ke bunga betina 7. Seleksi buah : Seleksi dilakukan bila buah sudah sebesar bola pingpong. Pilih yang sehat dan normal pada umur 35-38 HST.[/tabs_item] [tabs_item title="Panen"] 1.  Waktu : ± 60 hst 2.  Kriteria Panen : a. Tangkai buah mengering b. Sulur berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan c. Bila buah ditepuk dengan tangan, akan terdengar bunyi berat dan nyaring 3.  Metode Panen : Dipetik bersama tangkai buahnya dengan menggunakan gunting atau pisau tajam[/tabs_item][/tabs]

Benih Semangka Tanpa Biji Terkait : Topaz

Benih Semangka Berbiji Terkait : Passport | Winda | Bianca | Gama | Bianca | Lamona | Corina NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan PERTIWI / PPL setempat