Farm Field Day Semangka Tanpa Biji Platini di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan

BENIHPERTIWI.CO.ID – Farm Field Day (FFD) Semangka Platini di Ds. Muning Baru, Kec. Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (18/3/2025) berlangsung meriah.
Acara dimulai dari kunjungan ke lahan untuk melihat secara langsung performa semangka Platini. Dari acara FFD ini, para undangan bisa membuktikan secara langsung keunggulan semangka Platini.
Dari hamparan lahan rawa yang luas tersebut, para undangan bisa melihat keseragaman buah semangka dengan ukuran rata-rata 10 kg. Buah semangka Platini dengan karakter kulit hijau gelap nampak jelas terlihat diantara rimbun daun. Tanaman terlihat sehat dan hijau, artinya ketahanan tanaman terhadap serangan thrips yang menyebabkan penyakit virus kuning keriting sudah teruji.

Menurut Bapak Yanto, petani Semangka Ds. Muning Baru, Kec. Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan membagikan pengalaman suksesnya setelah menanam semangka Platini.
“Pertumbuhan cepat, perkawinan cepat, mudah, 2-3 hari sudah terlihat berhasil atau tidak. 30 hari tanam, dikawinkan, 30 hari kemudian siap panen.” Jelas pak Yanto yang sudah menanam semangka sejak tahun 2000-an ini.
Sedangkan saat ditanya tentang ketahanan terhadap hama penyakit seperti thrips, pak Yanto menjawab tegas.
“Lebih bagus Platini, Tahan!“ Ujarnya.
Semangka Platini sendiri sudah terkenal dengan daya tumbuh bagus yaitu sekitar 95%. Isi per bungkus lebih banyak dari produk lain, persemaian enak, mudah dikawinkan, warna buah gelap, daya simpan bagus dan buah berbobot.
Setelah membuktikan keunggulan semangka Platini di lahan, para undangan yang sebagian besar petani semangka diajak untuk adu cepat memakan semangka. Acara semakin meriah kala supporter saling memberi semangat. Ditambah lagi saat games tebak bobot semangka Platini. Para undangan saling beradu untuk menebak bobot. Akhirnya setelah buah semangka platini super tersebut ditimbang, tebakan paling mendekati adalah tebakan dari Bapak Yusuf yang berhasil menebak bobot 14,5 kg.
Dalam acara undian berhadiah, Moh. Ali Rahman, Asal Muning Baru, berhasil mendapatkan hadian sebuah perahu jukung. Dimana perahu jukung di daerah rawa umumnya digunakan untuk sarana transportasi dan sangat berguna untuk mengangkut hasil panen semangka melalui sungai atau parit kecil.