Jelas Hasil Melimpah, Produksi Meningkat dengan Padi Pak Tiwi 2

BENIHPERTIWI.CO.ID - Padi Pak Tiwi 2 sebagai varietas unggul baru, merupakan padi sawah pengembangan dari pendahulunya yaitu Padi Pak Tiwi 1. Padi Pak Tiwi 2 mempunyai karakter malai panjang dan bulir besar, terbukti dapat meningkatkan hasil produksi jika dibandikan dengan varietas lainnya.
Seperti ungkap Bp. Tain dalam Acara Panen Raya Padi Pak Tiwi 2 di Lamongan. Menurut Ketua Poktan 1, Sumber Makmur I, Ds. Kanugerahan, Kec. Maduran, Kab. Lamongan tersebut, meski kelompoknya baru pertama kali panen, Bp. Tain mengakui keunggulan padi Pak tiwi 2 dibandingkan varietas lain.
Tenyata hasil panen Padi Pak Tiwi 2 ada peningkatan jika dibandingkan dengan varietas pembanding. Setelah diubin bersama PPL setempat, hasil perhektarnya adalah 9,1 ton, sedangkan riilnya per 100 ru mendapat 1,1 ton. Untuk varietas lain sebagai pembanding, yaitu Inpari 32 maksimal hasilnya 1 ton per 100 ru.
Menurut Bp. Tain, “Bobot Padi Pak Tiwi 2 lebih berat, malai lebih panjang, bulir lebih besar dibandingkan varietas lain.”
Sedangkan terkait hama penyakit, “Kali ini musim tanam oktober dan panen Februari. Untuk hawar daun lebih rendah dibandingkan varietas lain, untuk wereng sampai saat ini belum terkena wereng.” Jelasnya.
Bp. Tain pun mengakui bahwa budidaya Pak Tiwi 2 lebih mudah, dengan hanya 2x aplikasi pestisida ternyata serangan sundep berkurang dibandingkan Inpari 32 dan lainnya.
Tips dari Bp. Tain untuk budidaya Padi pak Tiwi 2 adalah selama masa tanam perlu kecukupan terhadap air, karena Pak Tiwi 2 sangat suka air. Petani perlu menyesuaikan dengan keadaan air setempat. Kalau kekurangan air, pertumbuhan padi jadi tidak maksimal.
Karakter dan produksi Pak Tiwi 2 tersebut dikonfirmasi oleh petugas lapang Benih Pertiwi, wilayah Lamongan, Firman Yuniarba, bahwa dengan hasil ubinan 9,1 ton/ha, Padi Pak Tiwi 2 sebagai padi Inbrida, hampir mendekati potensi hasil panenya yang mencapai 10 ton/ha, atau juga sama tinggi hasil produksinya dengan padi Hibrida.
Selain itu Firman juga memberikan tips bagaimana agar tanaman padi Pak Tiwi 2 lebih kokoh saat menjelang panen. Menurut Firman dengan karakter Padi Pak Tiwi 2 yang berumur genjah sekitar 95 HST, sebaiknya lahan padi Pak Tiwi 2 mulai dikeringkan sejak umur 75-80 HST. Hal ini dapat membuat batang tanaman tidak terlalu lunak dan lebih tahan roboh saat menjelang panen.
Serupa dengan Panen Raya Padi Pak Tiwi 2 di Lamongan, dalam Acara Farm Field Day di Kec. Badas, Kediri juga berhasil membuktikan keunggulan padi Pak Tiwi 2. Bahkan menurut petugas lapang Benih Pertiwi Wilayah Kediri, Joko Wahyudi, hal menarik dari lahan Pak Tiwi 2 tersebut adalah, rata-rata petani di Ds. Krecek, Kec. Badas, Kab. Kediri tidak menggunakan pestisida kimia atau semi organic.
Budidaya semi organic tersebut bertujuan untuk menjaga keragaman hayati serta untuk menuju ke pertanian sustainable agriculture. Ternyata hasil produksi Padi Pak Tiwi 2 juga sangat baik, tahan terhadap hawar daun, bulir bernas dan yang jelas hasil melimpah. Meski dengan catatan penerapan teknis budidaya semi organic perlu panduan khusus agar hasil panen bisa optimal.