Limbah Tongkol Jagung

BENIHPERTIWI.CO.ID – Pemenuhan kebutuhan bahan pakan ternak akan semakin sulit seiring dengan keterbatasan lahan hijau sebagai bahan baku alami pakan ternak ruminansia, seperti sapi atau kambing. Apalagi Indonesia mempunyai dua musim yang memungkinkan pada musim hujan, pakan akan tersedia melimpah, sedangkan pada musim kemarau pakan sangat terbatas.

Pada saat musim kemarau, peternak ruminansia harus mengeluarkan biaya lebih untuk menyediakan pakan. Peternak harus pintar mencari alternatif pakan yang murah namun mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Salah satu alternatif yang bisa dicoba adalah pemanfaatan limbah tongkol jagung, atau janggel. Pemanfaatan tanaman jagung sebagai pakan ternak ruminansia, umumnya menggunakan sisa batang dan daun dari tanaman yang sudah dipanen tongkolnya. Sedangkan produk samping dari jagung seperti tongkol jagung umunya hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar, padahal limbah tongkol jagung juga bisa digunakan sebagai bahan pakan.

Pemanfaatan tongkol jagung sebagai pakan ternak belum berkembang mungkin karena kandungan nutrisi dari tongkol jagung cukup rendah. Biasanya hanya digiling dan ditambahkan ke ransum dengan porsi sebanyak 10%.

Namun demikian tingkat nutrisi dari limbah tongkol jagung bisa ditingkatan dengan melakukan silase. Caranya adalah dengan mencampur tongkol jagung yang sudah digiling dengan sumber karbohidrat terlarut seperti dedak padi, molasses dan atau giling. Kemudian ditambahkan air hingga mencapai kadar air 60%. Kemudian ditutup rapat selama 21 hari. Dalam kondisi tersebut, bahan silase akan mengalami fermentasi dari karbohidrat menjadi asam laktat oleh baktteri Laktobacillus. Setelah itu silase bisa digunakan untuk pakan ternak ruminansia, dengan ciri berbau asam manis sebagai tanda fermentasi berhasil menjadi asam laktat.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.