[caption id="attachment_9294" align="alignleft" width="300"]gorontalo1 Nurdin M. Hasan, Petani Jagung Pertiwi-2[/caption] BENIHPERTIWI.CO.ID - Tepatnya sejak tahun 2013, Nurdin M. Hasan, petani jagung dari Desa Saritani, Kec. Wonosari, Kab. Bualemo, Gorontalo mulai menggunakan jagung Pertiwi-2 dari Benih Pertiwi. Nurdin bersyukur setiap kali panen Pertiwi-2, produksinya bisa meningkat, hasilnya bisa memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anaknya, termasuk untuk membangun rumah. Menurutnya jagung Pertiwi-2 mempunyai keunggulan dibandingkan benih lain yang pernah ditanamnya. Pertiwi-2 mampu meningkatkan hasil panen dan tahan penyakit bulai. Dengan pemupukan yang tepat, tongkol jagung Pertiwi-2 bisa besar, bobot dan biji berwarna lebih merah. Sehingga tak heran jika ditingkat pengepul, jagung Pertiwi-2 diterima dengan baik. Untuk budidaya, selama ini Nurdin menggunakan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) dimana tanah tidak dibajak. Setelah panen, lahan langsung disemprot herbisida dan digaris menggunakan bajak sapi sebagai lubang tanam, kemudian langsung ditanam benih jagung kembali.   [caption id="attachment_9295" align="alignleft" width="300"]gorontalo2 H. Darwin Maridu, Pengusaha Jagung Gorontalo[/caption] Sama halnya dengan Nurdin, pengusaha jagung sekaligus pengepul besar di Bualemo ini pun mengakui keunggulan jagung Pertiwi-2. Sebut saja H. Darem, atau lengkapnya H. Darus Maridu. Sebagai petani jagung, H. Darem sudah 15 tahun bergelut dalam urusan budidaya jagung, sedangkan hampir 20 tahun menjadi pengepul jagung. Sehingga tak heran, dengan menanam jagung Pertiwi-2 dan membuktikan sendiri keunggulannya, H. Darem mantap menanam Jagung Pertiwi-2 di seluruh lahan miliknya seluas 50 hektar. "Rata-rata produksinya bisa mencapai 8 ton per hektar." Ungkap H. Darem Selain itu, menurutnya jagung Pertiwi-2 ditanam pada musim kemarau di gunung-gunung masih bisa menghasilkan, tongkolnya besar, bahkan ada yang sampai dua tongkol pertanaman.   [caption id="attachment_9296" align="alignleft" width="300"]gorontalo3 Fathatumutu, Pengepul Jagung Pertiwi-2[/caption] Fathatumutu, seorang pengepul jagung yang bekerjasama dengan petani melalui pemberian pinjaman pupuk & pestisida. Pengalaman sebagai pengepul sudah 12 tahun, sedangkan menggunakan jagung Pertiwi-2 baru empat tahun. "Setelah pertiwi-2 masuk, hasil meningkat 2 kali lipat dibandingkan produksi sebelumnya. Hasilnya ada lompatan produksi. Sampai saya tambah armada." Ungkap Fathatumutu. Dengan kemitraan 400 petani yang tersebar di Desa Saritani dan Tamilo, pada musim panen per hari bisa jalan 10 truk, sedangkan hari biasa 4-5 truk per hari. Pengiriman jagungnya ke gudang di kota, kemudian dari kota dikirim lagi ke Surabaya atau luar negeri. Fathatumutu juga mengakui bahwa Pertiwi-2 sangat unggul di tanah rata, karena tahan air dibandingkan lainnya. Untuk proses pemipilan jagungnya pun tidak masalah dengan mesin pipil yang tepat. Musim hujan, waktu tepat tanam jagung. Ayo tanam jagung Pertiwi-2.