BENIHPERTIWI.CO.ID – Jagung merupakan komoditas multifungsi yang semua bagian tanamannya bisa dimanfaatkan. Mulai dari tongkol, daun dan batang, hingga rambut jagung juga bisa dimanfaatkan. Dari umur panen tongkol sendiri, kita bisa membagi jenis jagung sebagai berikut :

1. Panen Baby

Baby Corn

Baby corn atau janten atau jagung manis muda, merupakan jagung baby / kecil yang muncul setelah tongkol utama. Tongkol utama merupakan tongkol jagung yang akan dipanen dengan ukuran jagung normal / tua. Tongkol utama biasanya berada di paling atas atau tongkol yang mempunyai rambut tongkol paling banyak, sedangkan baby corn berada di bawah tongkol utama.

Baby corn bisa muncul dari jagung manis, jagung pipil maupun jagung pipil. Namun demikian, tidak semua jagung menghasilkan baby corn. Terkadang baby corn tidak muncul karena disebabkan jenis jagung tersebut termasuk jenis tidak menghasilkan baby corn. Selain itu karena kesuburan tanah yang kurang mendukung, sehingga tanaman baby corn tidak muncul.

Baby corn bisa segera dipanen jika sudah mulai terlihat membesar dan sesuai ukuran standar pasar. Panen baby corn mempunyai dua manfaat, pertama bisa menjadi sumber pendapatan lain dari budidaya jagung selain panen tongkol jagung. Kedua adalah agar pertumbuhan tongkol utama lebih optimal, karena pembagian nutrisi akan fokus ke tongkol utama.

Baby corn bisa dijual dan dimanfaatkn sebagai bahan sayuran, bisa diolah dengan ditumis, dibuat acar dan bahan capcay.

2. Panen Muda

a. Jagung Manis

Jagung manis merupakan jagung yang mempunyai rasa manis dan dipanen muda, berbeda dengan jagung pipil yang tidak manis dan dipanen tua atau biji keras. Umur panen sekitar 60-75 Hari Setelah Tanam (HST). Pemanfaatan jagung manis digunakan untuk konsumsi rumah tangga seperti sebagai bahan sayuran, dibakar atau direbus.

Karena dipanen muda, jagung manis mempunyai biji yang lunak dan dengan kadar air yang tinggi dan rasa manis. Oleh sebab itu daya simpan tongkol jagung manis sangat singkat, umumnya 2-3 hari kualitas jagung manis akan menurun dan kadar manis berkurang.

b. Jagung Ketan

Sama seperti jagung manis, jagung ketan dipanen muda, dengan umur 60 – 75 HST. Perbedaannya adalah jagung ketan mempunyai kandungan amilopektin yang tinggi sehingga membuat lengket, kenyal dan pulen setelah dikukus. Karakter ini membuat jagung ketan sangat cocok untuk dibuat bahan olahan snack pabrik. Namun umumnya jagung ketan bisa diolah dengan direbus atau dikukus, atau diolah menjadi bahan makanan tradisonal seperti olahan ketan umumnya.

3. Panen Tua

Jagung Pipil

Jagung pipil merupakan jenis jagung yang dipanen tua atau biji keras, umumnya dipanen setelah umur lebih dari 100 HST. Pengembangan dan penanaman jagung pipil paling besar dibandingkan jenis jagung lainnya. Hal ini karena kebutuhan jagung pipil sangat besar, pemanfaatannya luas dan berskala industri.

Seperti namanya, jagung pipil dimanfaatkan setelah dipipil dan menjadi biji-biji yang sudah terpisah dari janggelnya. Di Indonesia, Biji jagung umumnya masuk ke industri pengolahan pakan, sedangkan di luar negeri seperti Amerika sudah bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar ethanol. Tidak hanya itu, masih banyak produk yang bisa dihasilkan dari biji jagung seperti pada link artikel ini Kegunaan Jagung yang Mengejutkan dan Tak Disangka

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.