BENIHPERTIWI.CO.ID – “Melon Pertiwi Anvi memang juara. Juara manisnya, juara hebatnya” begitulah menurut Ayu Nurjanah, saat mengirimkan pesan langsung di Instagram Benih Pertiwi. Petani wanita milenial dari Asam Kumbang, Medan yang pada tahun 2019 baru saja menyelesaikan kuliahnya di STIPAP (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan) Medan, Jurusan Budidaya Perkebunan Konsentrasi Asisten Sawit dan Karet.

Meskipun baru saja lulus kuliah, pengalaman dalam hal budidaya tidak bisa disebut biasa. Karena sejak tahun 2011, Ayu tidak hanya belajar teori di bangku kuliah, namun sudah terjun langsung budidaya sayuran secara komersial. Hingga kemudian 2019 Ayu mulai mencoba budidaya melon, khususnya melon hibrida Pertiwi Anvi dari Benih Pertiwi. 

Berawal hanya coba-coba menanam melon dalam skala kecil, kemudian kaget karena hasilnya sangat memuaskan. Dari luas tanam 7 rante (1 rante sekitar 400m2)  dan dengan modal awal hanya Rp. 5 juta, ternyata bisa menghasilkan hasil panen Rp. 27 juta.

Ayu mengaku meski mempunyai latar belakang seorang ayah yang juga petani di kampung, namun selama dua tahun terakhir dirinya belajar secara otodidak untuk pembudidayaan melon Pertiwi Anvi.

Melihat hasil keuntungan yang berlipat dan prospek budidaya melon, Ayu semakin bersemangat untuk mengembangkan usaha produksi melonnya tersebut. Oleh sebab itu, Ayu pelan pelan menambah luas lahan dan tambah lagi. Ayu berencana akan fokus ke tanaman melon untuk kedepan. Bahkan niatnya untuk bekerja di perusahaan usai lulus kuliah, akhirnya dipendam demi melon.

Hasilnya saat ini Ayu sudah mengelola lahan melon hingga dua hektar yang sepenuhnya melon Pertiwi Anvi. Dengan luas lahan tersebut, Ayu bisa menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah sekali panen.

Dari hasil per hektarnya saja dengan kondisi kemarau, Ayu panen melon Pertiwi Anvi hingga 25 ton. Dengan harga jual melon Rp. 8000 /kg dan modal Rp. 30 juta perhektar. Bisa dihitung berapa keuntungan dari budidaya Melon Pertiwi Anvi ini.

“Dengan menanam melon bisa punya tabungan sendiri itu rasanya puas banget. Sampai dosen, junior dan senior di kampus ikut tertarik belajar budidaya melon.” Ungkapnya.

“Bagi saya sangat bangga menjadi petani Melon Pertiwi Anvi. Dulu dulu isi dompet Rp.100rb – Rp. 200rb sudah berasa banyak sekali. Tapi sekarang punya duit dalam dompet Rp. 10 sd 15 jt. Benar benar saat ini menjanjikan untuk bertani melon Pertiwi Anvi dari Pertiwi. Benar benar karya anak bangsa yang membuat petani milenial berani menjadi pengusaha” Tambahnya bersemangat memperlihatkan foto isi dompetnya.

Saat ditanya alasan kenapa memilih benih melon Pertiwi Anvi, menurut Ayu “Melon Pertiwi pertumbuhannya bagus. Makanya sudah dua tahun ini hanya fokus ke melon anvi pertiwi.”

“Pembentukan net atau jaring pertiwi itu bagus dan cepat. Bagus banget jaringnya. Melon kan diliat dari net dan jaring jaringnya. Untuk ukuran buahnya memuaskan. Melon kan berat diatas 1.5 kg baru dihitung super, sementara diatas 3 kg tidak disukai pasar. Nah, kalau saya biasa pelihara 2 atau 3 buah per pokok. Dengan berat masing masing 2 kg sampai dengan 2.5 kg dan rasanya juga lebih manis. Lebih disukai pasar” Jelas Ayu.

“Buahnya ngga gampang kopyor di bagian dalamnya, dibanding melon yang lain” Tambahnya.

Selama dua tahun menggunakan melon Pertiwi Anvi, Ayu mengaku sangat senang dan puas.

“Saya aja kalau ngelihat ini jadi makin semangat bertani melon Pertiwi Anvi” Tekad Ayu.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.