Membuat Media Semai Tanpa Polibag
BENIHPERTIWI.CO.ID - Kelompok Tani Sri Lestari di Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur patut diacungi jempol. Kelompok tani ini berhasil mengembangkan teknik semai menggunakan alat sederhana. Selain mampu mempercepat pembuatan media semai, teknik ini juga lebih hemat biaya. Salah satunya karena membuat media semai tidak perlu menggunakan plastik polibag, tanpa perlu memasukkan media tanah atau kompos satu persatu ke tiap polibag.
[caption id="attachment_2986" align="alignleft" width="300"]
Tanah dan kompos dicampur merata dengan perbandingan 2:1 sehingga membentuk adonan.[/caption]
Bapak Hartono adalah pencetus alat semai sederhana tersebut. Hanya bermodalkan besi dan papan kayu cetakan, Bapak Hartono berhasil membuat media semai lebih mudah dan ekonomis. Cetakan besi berfungsi untuk membuat jarak tanam antar bibit, sekaligus sebagai tanda pembuatan lubang tanam. Sedangkan papan kayu dengan yang dibawahnya dilengkapi paku kayu berfungsi untuk membuat lubang tanam. Jarak paku kayu disesuaikan dengan jarak tanam yang diinginkan.
Untuk pembuatan medianya sendiri, Hartono dan rekan petani lainnya mempunyai formula sendiri. Dari serangkaian percobaan yang dilakukan, tidak semua media semai polibag cocok untuk teknik ini. Perbandingan campuran kompos dan tanah biasa yang dicampur air ternyata membuat media mudah pecah saat cetakan diangkat. Hal yang sama terjadi pada beberapa media yang diambil dari beberapa tempat.
Akhirnya setelah proses pencarian, didapatlah media tanah dibawah pohon bambu. Tanah hasil pelapukan dari daun bambu ternyata mampu mengikat media lebih kuat, tidak mudah hancur, namun mempunyai tekstur tetap lembut. Tanah disekitar bambu yang paling baik adalah lapisan atas yaitu 5 cm pertama. Untuk media ini, tanah bambu dicampur kompos dengan perbandingan 2:1.
[caption id="attachment_2982" align="alignleft" width="300"]
Setelah tercampur rata, ratakan permukaan adonan[/caption]
[caption id="attachment_2987" align="alignleft" width="300"]
Cetakan besi dan cetak kayu dengan pelubang tanam kayu[/caption]
[caption id="attachment_2971" align="alignleft" width="300"]
Cetakan besi yang siap dilubangi dengan papan kayu[/caption]
[caption id="attachment_2970" align="alignleft" width="300"]
Papan dilengkapi pelubang kayu sebagai pelubang .[/caption]
[caption id="attachment_2972" align="alignleft" width="300"]
Cetakan diiris menggunakan pisau untuk memisahkan media.[/caption]
[caption id="attachment_2979" align="alignleft" width="300"]
Hasil media tanam yang sudah diberi lubang tanam.[/caption]
[caption id="attachment_2975" align="alignleft" width="300"]
Benih sudah siap untuk dimasukkan dalam media tanam.[/caption]
[caption id="attachment_2974" align="alignleft" width="300"]
Benih yang sudah dimasukkan ke dalam lubang tanam ditutup menggunakan plastik untuk menjaga kelembaban udara.[/caption]
[caption id="attachment_3003" align="alignleft" width="300"]
Persemaian mulai tumbuh.[/caption]
[caption id="attachment_3011" align="alignleft" width="300"]
Bibit cabe hasil pembibitan Bapak Hartono.[/caption]
Tanah dan kompos dicampur merata dengan perbandingan 2:1 sehingga membentuk adonan.[/caption]
Bapak Hartono adalah pencetus alat semai sederhana tersebut. Hanya bermodalkan besi dan papan kayu cetakan, Bapak Hartono berhasil membuat media semai lebih mudah dan ekonomis. Cetakan besi berfungsi untuk membuat jarak tanam antar bibit, sekaligus sebagai tanda pembuatan lubang tanam. Sedangkan papan kayu dengan yang dibawahnya dilengkapi paku kayu berfungsi untuk membuat lubang tanam. Jarak paku kayu disesuaikan dengan jarak tanam yang diinginkan.
Untuk pembuatan medianya sendiri, Hartono dan rekan petani lainnya mempunyai formula sendiri. Dari serangkaian percobaan yang dilakukan, tidak semua media semai polibag cocok untuk teknik ini. Perbandingan campuran kompos dan tanah biasa yang dicampur air ternyata membuat media mudah pecah saat cetakan diangkat. Hal yang sama terjadi pada beberapa media yang diambil dari beberapa tempat.
Akhirnya setelah proses pencarian, didapatlah media tanah dibawah pohon bambu. Tanah hasil pelapukan dari daun bambu ternyata mampu mengikat media lebih kuat, tidak mudah hancur, namun mempunyai tekstur tetap lembut. Tanah disekitar bambu yang paling baik adalah lapisan atas yaitu 5 cm pertama. Untuk media ini, tanah bambu dicampur kompos dengan perbandingan 2:1.
[caption id="attachment_2982" align="alignleft" width="300"]
Setelah tercampur rata, ratakan permukaan adonan[/caption]
[caption id="attachment_2987" align="alignleft" width="300"]
Cetakan besi dan cetak kayu dengan pelubang tanam kayu[/caption]
[caption id="attachment_2971" align="alignleft" width="300"]
Cetakan besi yang siap dilubangi dengan papan kayu[/caption]
[caption id="attachment_2970" align="alignleft" width="300"]
Papan dilengkapi pelubang kayu sebagai pelubang .[/caption]
[caption id="attachment_2972" align="alignleft" width="300"]
Cetakan diiris menggunakan pisau untuk memisahkan media.[/caption]
[caption id="attachment_2979" align="alignleft" width="300"]
Hasil media tanam yang sudah diberi lubang tanam.[/caption]
[caption id="attachment_2975" align="alignleft" width="300"]
Benih sudah siap untuk dimasukkan dalam media tanam.[/caption]
[caption id="attachment_2974" align="alignleft" width="300"]
Benih yang sudah dimasukkan ke dalam lubang tanam ditutup menggunakan plastik untuk menjaga kelembaban udara.[/caption]
[caption id="attachment_3003" align="alignleft" width="300"]
Persemaian mulai tumbuh.[/caption]
[caption id="attachment_3011" align="alignleft" width="300"]
Bibit cabe hasil pembibitan Bapak Hartono.[/caption]
03/11/2014
23 thoughts on “Membuat Media Semai Tanpa Polibag”
Add a Comment Cancel reply
This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.
assalamualaikum,, min. saya mahasiswa Politeknik Negeri Jember, Jurusan Produksi Pertanian, Program Studi Teknik Produksi Benih . kebetulan juga saya domisili Lumajang tepatnya Kecamatan Candipuro. saya ingin mengadakan riset mengenai inovasi yang dicetuskan oleh Bapak Hartono. apakah anda memiliki contac person nya beliau yang bisa dihubungi???
Mohon maaf tidak simpan kontak personnya bu.
Salam kenal dari saya pak , saya dari sukorejo kendal jateng
Joooos , itu bisa nambah inspirasi dan wawasan bagi para petani
Semoga sangat bermanfa’at
Salam kenal juga pak Sriyono, terima kasih. Semoga bermanfaat.
Alhamdulillahirobbil’alamiin bisa membaca inspirasi petani ini dalam bidang tempat persemaian..saya biasanya menyemai tapi masih pake polybag..dan ini jadi inspirasi..terima kasih benihpertiwi atas beritanya..