Tanaman Mentimun tererang virus kuning

BENIHPERTIWI.CO.ID – Ibarat orang terkena kolesterol, tapi tetap mengkonsumsi jeroan meskipun sudah minum obat, apa lantas bisa sembuh? Sama halnya dengan pengendalian hama penyakit, pestisida bukanlah satu-satunya obat sebagai senjata utama dalam mengatasi masalah tanaman.

Kenyataannya saat ini petani seringkali menjadi sangat tergantung terhadap penggunaan pestisida. Jika tanaman terserang hama penyakit, asal tanaman bisa selamat, obat paling mahalpun diburu tanpa mempertimbangkan hitung-hitungan secara ekonomis.

Padahal pestisida hanyalah salah satu cara pengendalian hama penyakit, karena hal penting lainnya yang seringkali dilupakan adalah pencegahan munculnya hama penyakit. Jika terkena kolesterol hendaknya menghentikan penyebab terjadinya kolesterol yaitu stop konsumsi jeroan, baru kemudian untuk penyembuhan bisa diberikan obat-obatan.

Demikian pula, hendaknya petani juga bisa mengendalikan kondisi yang membuat hama penyakit tumbuh subur, baru kemudian pestisida sebagai langkah akhir dalam membasmi hama penyakit tersebut.

Berikut beberapa faktor yang seringkali dilupakan ketika hama penyakit merebak dan aplikasi pestisida menjadi kurang ampuh :

Kondisi tanah asam (pH rendah)

Pemupukan kimia secara berlebih tanpa diimbangi pemupukan organik bisa menyebakan tanah menjadi asam dan mengeras, hal ini menjadikan pertumbuhan tanaman kurang optimal dan rentan serangan penyakit. Padahal penyakit seperti jamur, bakteri dan virus suka dan berkembang pada lingkungan asam.

Mengembalikan kesehatan tanah sangat penting untuk menunjang kesuburan tanaman. Secara alami tanaman sehat mempunyai daya tahan terhadap penyakit lebih baik dibandingkan tanaman dengan kesuburan yang rendah. Untuk mengembalikan kesehatan tanah dapat dilakukan penambahan bahan organik dan kapur dolomit.

Pemupukan Nitrogen berlebih

Pupuk nitrogen merupakan pupuk yang cepat diserap dan cepat pula memberikan efek pada tanaman, membuat daun lebih hijau dan cepat besar. Oleh sebab itu banyak petani memberikan pupuk nitrogen dalam dosis berlebih. Harapannya adalah tanaman menjadi hijau subur, padahal justru dengan pemberian nitrogen berlebih akan menyebabkan tanaman rapuh dan rentan serangan hama penyakit.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa peningkatan dosis nitrogen dapat menyebabkan tanaman semakin rentan terhadap penyakit busuk batang, hawar pelepah, hawar daun jingga, hawar daun bakteri, dan false smut  pada padi. Oleh sebab itu, hendaknya kurangi penggunaan pupuk nitrogen jika perkembangan penyakit mulai merajalela, imbangi dengan pemupukan unsur P dan K.

Kelembaban tanaman tinggi

Kelembaban pada tanaman disebabkan oleh beberapa hal, seperti populasi tanaman terlalu padat, jarak tanam terlalu rapat atau jumlah bibit terlalu banyak per lubang tanam, hujan terus menerus dengan intensitas tinggi atau pengairan dengan penggenangan yang terlalu lama.

Jika kelembaban tanaman tidak terkontrol maka aplikasi pestisida pun menjadi kurang efektif, karena umumnya penyakit sangat suka pada kondisi kelembaban tinggi.

Untuk mengurangi kelembaban bisa dengan menggunakan jarak tanam yang sesuai (umumnya pada saat musim hujan menggunakan jarak tanam lebih lebar dibandingkan saat musim kemarau). Penggunaan jumlah bibit per lubang tanam pun perlu diperhatikan jika dinilai terlalu padat.

Untuk mengurangi kelembaban pada saat musim hujan bisa dengan membuat bedengan lebih tinggi atau membuat saluran pembuangan air, sehingga air disekitar tanaman tidak tergenang terlalu lama. Jika tanaman sudah terserang penyakit seperti bakteri dan jamur, hendaknya pengairan dihentikan sementara waktu sebelum dilakukan penyemprotan pestisida.

Kebersihan & kesehatan tanaman lingkungan sekitar

Sumber hama atau penyakit tidak hanya berasal dari lahan kita sendiri, namun seringkali muncul dari lingkungan sekitar seperti gulma atau lahan milik tetangga sekitar. Seperti penyakit kuning pada cabai, mentimun, terong dan tomat dibawa oleh vektor yang bisa terbang.

Penyakti bulai pada tanaman jagung atau penyakit kresek pada mentimun juga bisa menyebar dari spora fusarium yang terbang bersama angin. Percuma saja menyemprot lahan cabai yang terkena virus kuning, jika lahan cabai milik tetangga sebelahnya dibiarkan tanpa pengendalian serupa.

BACA LAINNYA

1 Response Comment

  • Miftah21/06/2019 at 8:08 pm

    Saya punya kebun terong yang sudah 3x panen namun sngt dsayang kan penyakit busuk batang terutama pangkal batang yang membuat tanaman mati keseluruhan,awal masuk gejala nya pada cuaca panas hingga sampai dselangi hujan yg terus menerus sekitar satu mingguan lama nya sehingga penyakit nya makin menyebar,padahal sudah saya lakukan penyemrotan anti jamur&bakteri dgn interval 2x dlm satu minggu tp ttap saja tdk mempan,harapan saya dgn melakukan penyemrotan 2x dlm seminggu setidak nya bisa menahan penyebaran penyakit nya,memang sih lahan milik tetangga saya bekas kebun cabi yg gagal panen karna buah cabi nya habis terserang penyakit busuk buah.
    Pertanyaan saya : apakah dalam kondisi tanah yg tidak lembab atau kondisi kering juga menyebapkan tanaman terong mudah kena penyakit busuk batang ataupun busuk buah.
    Dan jika lahan tanaman terong sudah terinfeksi apakah masih ada harapan utk diselamatkan atau setidak nya dhentikan penyebaran nya kpd tanaman yg blm terkena.

    Reply

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.