beras

BENIHPERTIWI.CO.ID - Persentase beras patah dapat menjadi indikator mutu beras, yaitu beras tidak mudah patah. Pada saat saat penggillingan padi, beras patah adalah hal biasa. Namun pada umumnya, konsumen lebih memilih beras utuh daripada beras yang patah atau broken.

Oleh sebab itu untuk meminimalisir tingkat kepatahan beras, perlu diketahui penyebab dari beras patah saat panen adalah sebagai berikut :

1. Panen padi belum cukup umur. Panen padi di usia muda, tentu kadar airnya masih sangat tinggi dan mempunyai risiko tinggi pecah. Oleh sebab itu, pastikan umur panen dan kadar air yang tepat untuk mengurangi kemungkinan pecah atau patah saat penggilingan.

2. Aplikasi pemupukan yang kurang tepat. Kesalahan aplikasi pemupukan bisa terjadi dalam hal waktu aplikasi, jenis pupuk dan dosis pemupukan. Seperti terlalu banyak aplikasi pupuk Nitrogen tanpa diimbangi dengan pupuk Kalium. Hal ini dapat membut beras lebih mudah patah.

3. Pengaturan kecepatan mesin giling yang kurang tepat. Tanpa disadari masalah teknis ini kerap terjadi, karena selalu menganggap bahwa setiap varietas itu dapat digiling dengan kecepatan yang sama. Oleh sebab itu perlu kepekaan tukang giling terhadap kondisi padi yang akan digiling dan menyesuaikannya dengan kecepatan giling yang akan digunakan.