Perhatikan Penyebab Utama Gagal Semai

BENIHPERTIWI.CO.ID - Kegagalan ternyata tidak hanya dialami oleh manusia. Tanaman pun bisa mengalami kegagalan, seperti gagal semai. Banyak faktor yang mempengaruhi benih gagal tumbuh atau berkembang. Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan gagal semai.
Air : Air merupakan kebutuhan utama dalam proses pertumbuhan benih. Air sangat penting dan menjadi titik kritis persemaian. karena Kekurangan air akan membuat pertumbuhan terhambat bahkan mati. Sedangkan kelebihan air bisa menyebabkan benih busuk dan meningkatkan risiko serangan penyakit.
Media Semai : Untuk persemaian, gunakan media yang gembur dan bisa menyimpan air, sehingga kelembaban selalu terjaga. Untuk penutup benih yang ditanam, gunakan media yang ringan dan tidak menimbun terlalu tebal. Penutup yang terlalu tebal bisa membuat benih gagal tumbuh karena tidak kuat naik ke permukaan media. Terutama benih yang berukuran kecil.
Cahaya : Tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk tumbuh normal, terutama untuk melakukan proses fotosintesis. Saat benih sudah berkecambah dan kekurangan cahaya, maka pertumbuhannya akan terhambat dan mengalami etiolasi. Yaitu kondisi batang tanaman memanjang tidak normal yang tidak diikuti pertumbuhan daun. Akibatnya tanaman menjadi rapuh dan rentan rebah.
Hama Penyakit : Perhatikan hama yang bisa melenyapkan persemaian dalam sekejap, seperti ulat, tikus dan belalang. Vektor virus keriting seperti thrips, kutu kebul, tungau juga bisa mulai menginfeksi sejak di persemaian. Aplikasi pestisida perlu dilakukan sejak dini di persemaian, tidak hanya untuk hama, namun juga untuk penyakit jamur dan bakteri yang bisa menghancurkan secara massal.
Benih : Pastikan benih yang disemai mempunyai daya tumbuh dan vigor yang baik. Untuk itu periksa dahulu masa kadaluarsa dan keaslian kemasan saat membeli benih. Agar benih bisa disimpan lama saat ada sisa lebih, benih bisa disimpan dalam kemasan rapat atau kedap udara, diletakkan diruang bersuhu rendah dan kelembaban udara rendah.