[caption id="attachment_2835" align="alignleft" width="500"]Panen Raya - Petani di Subak Jaka Desa Kukuh, Marga, Tabanan melaksanakan panen raya. Panen Raya - Petani di Subak Jaka Desa Kukuh, Marga, Tabanan melaksanakan panen raya.[/caption] Sumber : Bali Pos, 16/10/2014 Petani Subak Jaka di Desa Kukuh, Marga, Tabanan tersenyum sumringah. Pasalnya, meski di musim kemarau ini, mereka masih bisa memanen padi dengan hasil memuaskan. Petani di Subak menggunakan benih varietas Pak Tiwi-1. Benih ini memiliki berbagai keunggulan, sehingga padi pun bisa dipanen dalam periode waktu 107 hari. Acara panen raya dihadiri Sekda Tabanan I nyoman Wirna Ariwangsa. Ketua Subak Jaka I Wayan Sukanada memaparkan penggunaan bibit varietas Pak Tiwi-1 ini diterapkan pada 107 hektar lahan milik petani yaitu 42 hektar di Subak Jaka dan 65 Hektar di Subak Saih. Hasilnya sangat memuaskan. Rinciannya untuk satu hektar saja petani dapat memanen 9 ton beras. Harga tebas yang didapatkan petani dari penebas sejumlah Rp. 25 juta per hektar. Sebelum menggunakan benih Pak Tiwi-1 ini, petani di Subak Jaka, kata Sukanada, memanen setidaknya 7-8 ton per hektar. Jadi ada peningkatan setidaknya 1.5 ton per hektar. Ia mengakui benih varietas Pak Tiwi-1 ini juga membuat petani di subaknya tidak khwatir serangan hama wereng yang selalu dikhwatirkan para petani setiap musim tanam. "Varietas Pak Tiwi-1 ini tahan terhadap hama wereng coklat dan hijau serta virus tungro." ujar Sukanada. Selain tahan terhadap hama wereng dan tungro, kelebihan varietas Pak Tiwi-1 ini, menurut Manajemen PT. Agri Makmur Pertiwi Sonny, juga tahan terhadap serangan burung. Pasalnya, bulir padi terlindungi daun yang tumbuh menyilang diatasnya.