kumbang-koksi

BENIHPERTIWI.CO.ID – Kumbang koksi atau kepik Coccinella arcuata atau Harmonia octomaculata mempunyai corak cantik, berwarna merah mencolok dengan motif totol hitam.

Namun siapa sangka dibalik kecantikannya, ternyata kumbang koksi termasuk pemangsa serangga kecil penghisap daun, seperti kutu daun (aphid) Aphididae, Margarodidae, Pseudococcidae, Psyllidae, Eriococcidae bahkan hama wereng (Nilaparvata lugens) pun dilahapnya.

Selama ini, kumbang koksi dikenal sebagai serangga ramah lingkungan yang mampu membantu petani dalam mengatasi serangan hama kutu daun. Selama hidupnya, seekor kumbang koksi dapat memangsa hingga 1000 serangga kecil.

Kumbang koksi termasuk ordo coleoptera (kumbang) yang bermetamorfosis sempurna dari fase telur, larva, kepompong hingga dewasa. Kumbang betina dapat bertelur 20-30 telur per hari atau 1000 telur dalam 40-50 hari. Makanan larva kumbang koksi sama seperti makanan induknya.

Pada saat terjadi ledakan hama wereng, seringkali juga ditemukan banyak kumbang koksi . Hal ini membuat petani menyangka bahwa kumbang koksi termasuk hama yang menyerang padi. Padahal kumbang koksi adalah predator hama wereng. Akibatnya kumbang koksi banyak yang mati disemprot, sedangkan hama wereng semakin kebal dengan insektisida.

Populasi kumbang koksi dapat ditingkatkan dengan penanaman tanaman berbunga kuning disekitar lahan pertanain, seperti bunga matahari, marigold atau mitir. Biasanya juga kumbang koksi ditemukan pada tanaman berbunga kuning yang banyak ditanam petani di Indonesia, seperti Cucurbitaceace timun, gambas, labu dan paria, Leguminosae kacang panjang, kacang hijau.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.