foto-0103-copy

Layu Fusarium

BENIHPERTIWI.CO.ID – Setidaknya ada enam jenis penyakit yang seringkali menyerang tanaman mentimun. Sumbernya berasal dari virus, bakteri dan fusarium (jamur).

Selain menyerang mentimun, penyakit berikut ini juga menyerang tanaman famili cucurbitaceae lainnya. Seperti melon, semangka, labu, gambas dan paria.

Berikut penyakit yang menyerang mentimun :

1. Rebah semai (Phytium sp.):

Penyakit rebah semai disebabkan oleh fusarium yang menyerang pangkal batang tanaman. Serangan ini biasanya terjadi pada fase bibit dari persemaian hingga pindah tanam. Pengendalian dapat dilakukan dengan pencelupan bibit ke dalam fungisida sebelum pindah tanam dan penyemprotan fungisida pada saat pindah tanam.

2. Layu fusarium (Fusarium oxysporum) :

Penyebab layu fusarium adalah fusarium atau jamur. Penyakit layu fusarium ditandai dengan layunya tanaman dimulai dari bagian bawah tanaman dan menjalar hingga ke atas tanaman.

Pada pangkal batang terdapat bercak memanjang kuning dan coklat tua. Jika batang tersebut dipotong terdapat cincin coklat pada berkas pembuluh.

Pengendalian layu fusarium dengan melakukan teknik budidaya yang baik, seperti menjaga pH tanah dan pemupukan berimbang, sedangkan pengendalian kimia dengan kocor fungisida berbahan aktif benomil.

3. Layu Bakteri  (Erwinia tracheiphila) :

Penyebab layu bakteri adalah bakteri dengan ciri tanaman layu mendadak dan mati. Jika batang tanaman dipotong, berkas pembuluh angkut berlendir. Pengendalian dengan melakukan rotasi tanaman dan menggunakan benih yang tahan.

Pengendalian dengan melakukan teknik budidaya yang baik, seperti menjaga pH tanah dan pemupukan berimbang, sedangkan pengendalian kimia dengan kocor bakterisida berbahan aktif streptomisin sulfat.

img_3166-copy-2

Downy Mildew (kresek)

4. Downy Mildew (Pseudoperonospora cubensis):

Petani mentimun umumnya lebih familiar dengan istilah penyakit kresek. Penyakit ini terlihat pada permukaan daun terlihat bercak kuning coklat dan pada bawah daun terdapat spora berwarna ungu sampai hitam.

Bercak kuning coklat akan cepat menyebar ke seluruh permukaan daun sehingga daun mengering dan rontok. Serangan downy mildew disebabkan oleh fusarium yang berkembang pada kondisi lembab dan biasanya menyerang pada musim hujan.

Pengendalian dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif seperti mankozeb, tembaga hidroksida

5. Powdery Mildew (Erysiphe cichoracearum):

Berbeda dengan downy mildew, gejala powdery mildew terlihat pada permukaan atas daun terdapat tepung serbuk spora putih. Serangannya berasal dari bawah dan berkembang ke atas hingga menutupi permukaan daun.

Sama halnya dengan downy mildew, penyebab dari powdery mildew juga karenan kelembaban yang tinggi dan menyebar melalui angin. Saat terjadi gejala mildew, hendaknya pengairan dan pemupukan N dikurangi.

Selain itu, jika memungkinkan daun yang terserang dipangkas dan dibuang jauh atau dibakar sehingga jamur tidak menyebar lebih jauh. Pengendalian dengan aplikasi fungisida berbahan aktif seperti benomil, tembaga hidroksida

img_3169-copy

Cucumber Mozaik Virus (CMV)

6. Cucumber Mozaik Virus (CMV) :

Penyakit ini berasal dari hama vector atau hama pembawa, seperti kutu daun (kutu kebul), aphid, dan trips. Gejala dari CMV adalah daun terlihat belang hijau tua dan muda (hingga kekuningan), daun mengkerut, tepi daun menggulung dan tanaman kerdil.

Adapun upaya pengendaliannya adalah mengendalikan vectornya melalui penyemprotan insektisida sejak dini. Secara mekanis pengendalian dilakukan dengan mencabut dan merotasi dengan tanaman jenis lain yang berbeda famili.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.