BENIHPERTIWI.CO.ID

  • Persiapan lahan
  • Persemaian
  • Pemupukan
  • Penanaman
  • Perawatan
  • Panen
bajak

Pemilihan Lokasi

1.Tanah subur

2.Lahan terbuka / tidak ternaungi

3.Ph tanah 6 – 7

4.Cukup air

Pengolahan Tanah

1. Genangi lahan semalam

2. Bajak tanah kedalaman 25-30 cm biarkan 5-7 hari

3. Buat bedengan tinggi 30-50 cm, lebar bedengan ± 100 m dan lebar parit ± 50 cm. Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi tanah dan musimnya.

Pemasangan Mulsa

1.Pasang mulsa hitam perak saat matahari terik agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang.

2.Biarkan mulsa tertutup 3-5 hari sebelum dibuat lubang, tujuannya adalah agar pupuk dasar yang diberikan tidak menguap

semai

1. Benih direndam dalam air hangat 2-4 jam

2. Tata benih pada kertas merang yang sudah dibasahi dan dilipat

3. Biarkan 5 hari sampai muncul calon akar

4. Benih yang muncul calon akarnya disemaikan di media semai cocopeat dan pupuk kandang (1:1)

5. Seleksi bibit agar bibit yang ditanam pertumbuhannya seragam. Caranya : Pilih bibit yang ukuran/tingginya seragam. Kriteria : Bibit yang bagus adalah yang mempunyai daun sempurna

Pupuk Dasar : diberikan pada saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan dengan menambahkan pupuk kandang dosis 14-21 ton/ha dan dolomit ± 1 kg/m2 atau dengan pemeberian pupuk NPK 15-15-15 dosis 20 gr/tan.

Pupuk Susulan :

Pupuk susulan I, NPK ZA 20 gr/tan pada umur tanaman 25 HST.

Pupuk susulan II NPK 20 gr/tan pada umur tanaman 45 HST.

Pupuk susulan III NPK 20 gr/tan pada umur tanaman 55 HST.

penanaman

1. Buat lubang tanam dengan pelubang plastik pada mulsa dengan jarak tanam 60 x 50 m atau 60 x 60 cm.

2. Kocor lubang tanam kemudian berikan nematisida dan fungisida terlebih dahulu.

3. Keluarkan bibit dari media semai, tanam bibit dg posisi di tengah, bibit tomat ditanam sejajar permukaan tanah/mulsa. Siram bibit setelah ditanam.

4. Pemindahan tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari.

1.Penyulaman : Penyulaman dilakukan 3-7 hari setelah tanam (dilakukan bila bibit yang ditanam menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal atau mati). Sebaiknya penyulaman dilakukan pada sore hari.

2.Pemasangan lanjaran (setinggi ± 1m) disekitar lubang tanam sebagai penopang tanaman tomat pada umur 10 HST.

3. Penyiangan : Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma pada lubang tanam dan parit antara dua bedengan. Pemakaian cangkul untuk menyiang dianjurkan tidak terlalu dalam agar akar tidak rusak dan putus.

4. Pengendalian Hama Penyakit : Dilakukan dalam rangka pencegahan maupun pada saat terserang hama atau penyakit. Lakukan penyemprotan pestisida sesuai hama atau penyakit yang menyerang sesuai dosis anjuran pada label pestisida. Apabila terserang penyakit yang disebabkan virus, segera cabut dan dibuang agar tidak menular pada tanaman sekitar.

5. Pewiwilan atau pemangkasan :

Pewiwilan dilakukan dengan membuang cabang lateral dibawah cabang Y, sedangkan cabang lateral diatas cabang Y tidak diwiwil. Tanaman juga memperlukan pemangkasan ketika daun tua sudah mulai terserang penyakit

Ciri buah Tomat siap panen :

1. Umur panen 52-55 HST.

2. Warna kulit buah tomat berubah dari hijau menjadi kekuningan atau kemerahan

3. Sisa tangkai putik dan tangkai daun yang mulai menua

3. Warna tepi daun menguning dan batang mengering

Metode panen : Pemetikan hendaknya dilakukan pada pagi atau sore. Petik tomat bersama tangkainya

Benih Melon Terkait : AMAZON | SINTA

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan PERTIWI / PPL setempat

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.